Logo Yuppentek2
Segenap Sivitas Akademika mengucapkan selamat kepada segenap guru yang melaksanakan pembelajaran dengan memberi kesempatan/keleluasaan siswa melakukan kegiatan-kegiatan eksplorasi/riset/praktik, untuk mendapatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan sehingga menumbuhkan kreatifitas dan inovasi-inovasi pengembangan teknologi .... bravo smk yuppentek2, insya Allah.
Our News
17-Nov-2017 |PROGRAM PENGEMBANGAN SMK YUPPENTEK-2 KAB.TANGERANG
SISTEMATIKA : 1. Data dan Kondisi SMK Yuppentek-2; 2. Tantangan SMK 3. Peta Jalan Revitalisasi; more.

07-Apr-2017 |UJI KOMPETENSI DAN LKS 2017
Menghadapi kegiatan-kegiatan asessment akhir pada tahun 2017 meliputi Uji Kompetensi(Ujikom), Ujian more.

25-Mar-2017 |Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) 2016
MoU antara Kasubdit Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana Ditpsmk dan Kepala SMK Yuppentek2 Curug; Ka more.

05-Apr-2017 |Peringatan Hari-hari Bersejarah Nasional Diadakan Diskusi
Dalam melaksanakan misi SMK Yuppentek2 yakni : Menyelenggarakan pendidikan unggulan dan pelatihan un more.

20-May-2016 |Mutu Pendidikan Ditentukan Oleh Proses Pembelajaran
Banyak metoda pembelajaran yang ditawarkan dari riset-riset akademik keguruan. Hasil-hasil riset aka more.

 
Our News | Hot News

1 25-Mar-2017 | Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) 2016
MoU antara Kasubdit Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana Ditpsmk dan Kepala SMK Yuppentek2 Curug; Kamore.
2 20-May-2016 | Mutu Pendidikan Ditentukan Oleh Proses Pembelajaran
Banyak metoda pembelajaran yang ditawarkan dari riset-riset akademik keguruan. Hasil-hasil riset akademik sering ditentukan oleh peneliti pada tiga hingga duabelas bulan pada akhir studi. Data yang diperoleh dari alat/questionair yang sifatnya lebih khusus dan terikat waktu dan lingkup terbatas materi disiplin keilmuan, dengan obyek riset terhadap fenomena yang sifatnya sesaat, belum lagi alur pikir periset dalam pasungan teori-teori keguruan, maka perolehan informasi merupakan irisan yang nilai kegunaannya sangat terbatas, akibatnya ketika ditarik sebagai referensi bagi pengambil keputusan baik dalam arti kebijakan ataukah keputusan pelaksanaan(diskresi) semakin kurang relevan yang ujugnya ketika dipaksakan sebagai pertimbangan maka efek ikutannya semakin kecil, terlebih ketika fenomena di lapangan terjadi dari kolaborasi pelbagai disiplin keilmuan lain yang merupakan produk keadaban masyarakat. Ketika tuntutan pelanggan pendidikan mengarah kepada kemampuan lulusan yang riel untuk menjawab pelbagai masalah masyarakat, maka di sini akan terjadi 'ketidaksesuaian' antara harapan masyarakat dan produk/ mutu pendidikan yang dihasilkan oleh sekolah. Proses Pembelajaran Yang Sesuai Budaya Masyarakat, al : 1. Sebaiknya guru sebagai pengarah hendaknya : 1.1 Memiliki alur pikiran deskriptif dan preskriptif. Berupa fenomena latar belakang budaya (secara deskriptif) -> fenomena yang terjadi pada saat ini(secara deskriptif) ditambah kecenderungan-kecenderungan --> membentuk sebuah perkiraan-perkiraan secara preskriptif di masa yang akan datang. 1.2 Mampu mengaitkan pengetahuan-pengetahuan dasar yang ada di silabus ke dalam fenomena budaya secara rasional/ilmiah keilmuan, emosional dan psikologis ke dalam fenomena di masyarakat. 2. Metoda pembelajaran dan pendidikan di sekolah, menerapkan prinsip Ki Hajar Dewantara : Ing ngarsa sung tulada; ing madya mangun karsa; tutwuri handayani, metoda pembelajaran dan pendidikan yang pas antara lain : 2.1 Siswa diberi keleluasaan untuk mengeksplor fenomena yang terkait dengan materi pembelajaran (silabus) bila perlu diperluas dan diperdalam cakupan silabus secara deskriptif dan ilmiah. Sudah barang tentu sekolah harus memenuhi infrastruktur yang sesuai dengan kegiatan metoda dimaksud. Pada babak mendiskusikan hasil eksplorasi(bentuk narasi, tabulasi, grafik, formulasi) guru memberi rangsangan bentuk pertanyaan-pertanyaan inquiry(menimbulkan sikap penasaran untuk ingin tahu lebih) sehingga siswa mampu membuat sebuah keputusan preskriptif/hipotesis yang sederhana sebagai acuan eksplor lanjutan sekaligus mendorong antusiasme pelaksanaan tugas mandiri di luar jadwal pembelajaran. 2. Pembelajaran e-learning bisa menjadi pendukung kegiatan tersebut. Maka sekolah harus menyiapkan infrastruktur secara efektif dan efisien sebagai pendukung metoda itu termasuk penanaman gemar membangkitkan gemar membaca sekaligus (Medsos Dukung Minat Baca; Diskusi Komunitas Penulis Buku PBK tentang Literasi di kompasprint.com KOMPAS, 20 Mei 2016; hal 12). 3. Sekolah dapat menganalogikan sebagai pemandu wisata, (Opini : Seandainya Bersekolah Itu Berwisata; IWAN PRANOTO; KOMPAS, 20 Mei 2016; hal 7, kolom 4 - 7) antara lain : 3.1 ketika siswa datang mendaftar/ meng-unjungi sekolah, peran sekolah sebagai agen wisata calon siswa/pelanggan dilayani dan berdiskusi beberapa pilihan program yang paling sesuai dengan harapan dan karakteristik calon siswa secara individual; 3.2 Peminatan dapat dilaksanakan setelah siswa baru belajar selama satu semester dalam lingkup 'program studi keahlian' sesudah itu atas pilihan dan anjuran guru/bp maka tiap siswa dikelompokkan dalam 'program keahlian' 3.3 Pengujian kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik, lebih banyak memanfaatkan media 'on line' yang lebih mengarah kepada jaminan obyektifitas. 3.4 Pengendalian pembelajaran yang efektif dan efisien jika administrasi akademiknya juga dilaksanakan secara 'on line' juga; 3.5 Keseluruhan iklim belajar (academic atmosphere) merupakan salah satu faktor terciptanya mutu pembelajaran. Semua kondisi dan situasi menjadi tanggung jawab dan kewajiban segenap sivitas akademika di bawah kordinasi pimpinan sekolah.
3 07-Nov-2013 | Pembelajaran 'Saintifik dan Penilaian Otentik' Pada SMK
Dengan pemberlakuan kurikulum 2013 pada SMK yang masih terbatas, yang menarik adalah metoda 'pembelamore.
4 28-Oct-2013 | Program Keahlian(baru): Teknik Gambar Konstruksi&Orientasi Formula Pembelajaran
Dengan sangat mempertimbangkan 'kelangkaan' tenaga teknis konstruksi sipil, SMK Yuppentek2, telah memore.
5 04-Aug-2011 | Olimpiade kejuruan BLK tingkat Propinsi
Dalam kegiatan ini, peserta dari BLK Serpong yang berasal dari SMK Yuppentek2 tercatat dua orang untmore.
6 29-Jul-2011 | Lomba Kompetensi Siswa 2011
SMK Yuppentek2 yang lolos tingkat kabupaten enam peserta dan masuk tingkat propinsi. Hasilnya baru mmore.

About Us  
1.

more.

2.

 

nilam,drs,sh

more.

3.

Riwayat sekolahmore.

Calender  
1.

 

1. Pendaftaran S...more.

2.

more.

3.

Analisis Kurikulum Implementatif

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekno...more.

 
   
All rights reserved | copyright 2009 | versi 2.0 powered by CnPluS