Logo Yuppentek2
Segenap Sivitas Akademika memastikan diri untuk persiapan : (1) Ujikom produktif( mulai 22 Januari s.d 24 Februari 2018): oleh sekolah(LSP1) meliputi : Teknik Pemesinan, TGM dan TGK; diuji oleh LSP-terkait bagi Prok: Teklis & Elin; RPL & TKJ; TKR & TSM. (2) Ujian Sekolah Berstandar Nasional(USBN semua mapel) secara on line: 19 s.d 24 Maret 2018); (3) UNBK secara on line B.Ind;B.Ingg;Matematika;T.Kej : 03 s.d 06 April 2018; (4) Pengumuman Kelulusan: 02 Mei 2018, ... bravo smk yuppentek2, insya Allah.
Our News
12-Jan-2018 |PROGRAM PENGEMBANGAN SMK YUPPENTEK-2 KAB.TANGERANG
SISTEMATIKA : 1. Data dan Kondisi SMK Yuppentek-2; 2. Tantangan SMK 3. Peta Jalan Revitalisasi; more.

07-Apr-2017 |UJI KOMPETENSI DAN LKS 2017
Menghadapi kegiatan-kegiatan asessment akhir pada tahun 2017 meliputi Uji Kompetensi(Ujikom), Ujian more.

25-Mar-2017 |Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) 2016
MoU antara Kasubdit Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana Ditpsmk dan Kepala SMK Yuppentek2 Curug; Ka more.

05-Apr-2017 |Peringatan Hari-hari Bersejarah Nasional Diadakan Diskusi
Dalam melaksanakan misi SMK Yuppentek2 yakni : Menyelenggarakan pendidikan unggulan dan pelatihan un more.

20-May-2016 |Mutu Pendidikan Ditentukan Oleh Proses Pembelajaran
Banyak metoda pembelajaran yang ditawarkan dari riset-riset akademik keguruan. Hasil-hasil riset aka more.

 
Our News | Article

1 30-Jan-2015 | SENI HANYALAH SENI (Pengantar Mapel Seni Budaya)
Oleh : Luqman Trip Umiuki

Iftitah

“Hidup ini indah,” ujar seorang ayah kepada anaknya more.

2 22-Jan-2015 | Dirgahayu YUPPENTEK-ku
Oleh : Luqman Trip umiuki

Selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil bumore.

3 22-Jul-2013 | Ramadhan dan Permasalahan Pelajar
Oleh : Iyoh Masruroh

Maraknya tawuran antar pelajar dari tahun ke tahun semakin meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Menurut data yang dicatat Komnas Ham sepanjang tahun 2010 terjadi tawuran antar pelajar sebanyak 128 kasus. Angka itu melonjak dahsyat  pada tahun berikutnya. Masih menurut data yang sama yang dicatat Komnas HAM, tawuran  pada tahun 2011 terjadi  sebanyak 339 kali yang menewaskan kurang lebih 82 orang.

Ini berarti  terjadi peningkatan yang yang cukup tinggi melebihi 100%. Belum lagi data yang dikumpulkan sepanjang 2012, yang dalam kurun waktu  6 bulan saja sudah tercatat  sebanyak 139 orang. Mirisnya lagi tawuran yang sering terjadi antar anak SMA/SMK kini sudah merambah pada adik-adik kelasnya  di  tingkat SMP bahkan SD. Tentunya potrem buram pendidikan di negeri Indonesia ini sudah sangat mengkhawatirkan. Alih-alih mereka --yang nota bene sebagai manusia terdidik-- menjadi generasi yang akan membangun  masa depan  bangsa, malah menjadi masalah yang amat berat bagi  bangsa.

Berbagai pandangan dan opini pun mengemuka  terhadap fenomena yang memprihatinkan ini. Masyarakat  geram  dengan sikap dan prilaku pelaku tawuran yang sudah jauh  dari akar budaya bangsa Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang santun dan ramah. Seringkali kita tidak habis pikir mengapa masalah sepele sering menjadi pencetus tawuran massive: pertandingan persahabatan antar sekolah, berpapasan dengan pelajar dari “sekolah musuh”, saling ejek antar individu dari sekolah yang berbeda , sudah dapat menjadi faktor yang dapat menggerakkan tawuran massal.

Belum lagi tawuran antar geng motor yang semakin hari semakin menakutkan. Masalahnya, sering kali mereka  menyerang orang lain yang kebetulan berada  atau melintas di tempat geng motor beraksi, merusak  fasilitas umum dan pribadi tanpa ada alasan., bahkan membunuh orang yang tidak bersalah. Lantas  masyarakat bertanya-tanya mau menjadi apa negara kita di masa depan jika generasi muda seperti ini?  Apa yang salah  dengan pendidikan anak bangsa?

Banyak teori dan telaah yang mengemuka  tentang faktor penyebab  prilaku tawuran ini, mulai dari lingkungan rumah yang kumuh, kesenjangan sosial dan ekonomi  yang tinggi, keluarga yang broken home, sekolah tempat menimba ilmu yang  kurang kegiatan ektra kurikuler, dan lain-lain.  Berbagai penyebab  yang dikemukakan sebenarnya hanya merupakan faktor eksternal yang  banyak juga dihadapi oleh banyak individu lainnya  namun mereka tetap menjadi individu yang  berkualitas. Lantas  apa penyebab utama dari  prilaku tawuran?

 Menurut saya menipisnya iman dan dangkalnya pengetahuan agama dalam kalbu menjadi faktor utama.  Keimanan merupakan hal yang mendasar  dan utama dalam hidup seseorang. Dialah  yang akan menuntun seseorang dalam berprilaku dan bersikap, membentengi manusia dari perbuatan yang keji dan tidak terpuji,  sebaliknya mendorongnya untuk berbuat baik terhadap sesama dan lingkungan. Ketiadaan iman membuat manusia tidak tahu arah, mudah gamang dan frustasi, sehingga ketika  memiliki masalah seperti  yang dikemukakan di atas yang disebut sebagai faktor eksternal tadi, maka ia mudah frustasi, marah, benci terhadap keadaan sekitar yang salah satunya diekspresikan dengan perbuatan destruktif.

Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh, sehingga ketika anaknya  lahir dipersiapkan nama yang sangat indah  yang sarat dengan doa. Memberi nama yang baik memang salah satu tugas orang tua. Namun untuk mencetak anak yang sholeh tidak cukup dengan pemberian nama yang bagus dan doa-doa, tetapi harus disertai dengan pendidikan agama yang terus menerus sepanjang hayat. Manakala anak sudah jauh dari pendidikan agama, maka mudah sekali ia terjerumus dalam perbuatan nista.  Memberikan pendidikan agama terhadap anak merupakan tugas bersama orang tua dan guru.

                Ramadhan Syahruttarbiyah

                Saat ini kita berada dalam bulan Ramadhan bulan yang sangat mulia dan penuh berkah. Allah menciptakan bulan Ramadhan  yang di dalamnya  terdapat perintah untuk berpuasa  adalah  untuk memberikan jalan pada manusia untuk me-recharge keimanannya sehingga pada akhir ramdhan nanti ia  menjadi manusia yang berkualitas  yaitu manusia yang bertakwa sebagaimana tercantum dalam surat Al baqoroh 183 :

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu. Mudah-mudahan kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183). 

Bila dikaitkan dengan faktor penyebab munculnya permasalahan tawuran yang terjadi di kalangan  pelajar,  Ramadhan dapat dijadikan  sebagai titik awal yang tepat untuk  mendidik para pelajar  menjadi manusia baru yang lebih baik dari segi pemahaman keagamaan, peribadatan, keimanan dan akhlaknya. Pendidikan itu dapat dilakukan melalui kegiatan  pesantren kilat di sekolah-sekolah seperti yang sedang dilakukan di SMK Yuppentek 2 saat ini dan ditindaklanjuti pada langkah selanjutnya. Ramadhan merupakan bulan yang efektif untuk melakukan pendidikan keimanan. Mengapa demikian?

Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa dibandingkan bulan lainnya. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini.  Allah memilih bulan Ramadhan untuk menurunkan Al Qur’an dan mewajibkan umatnya berpuasa.  Keistimewaan lainnya, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, karena pada bulan ini Allah banyak melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya pada  orang  yang  mendekatkan diri pada-Nya, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah dalam khutbah beliau menjelang Ramadhan “ Wahai manusia, telah tiba kepada kalian bulan Ramadhan dengan membawa keberkahan, kasih sayang Allah dan ampunan-Nya. Bulannya yang paling utama, hari-harinya yang paling utama, malam-malamnya yang paling utama, jam demi jamnya yang paling utama. Di bulan itu kalian diundang menjadi tamu Allah dan berhak dimuliakan-Nya. Nafas kalian dihitung sebagai tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, do’a kalian dikabulkan. Karena itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang tulus dan hati yang bersih agar Allah menuntun kalian untuk menjalankan shaum dan membaca kitab-Nya.”

Keistimewaan-keistimewaan yang disebutkan Nabi dalam khutbahnya  hanya diperuntukkan bagi orang yang menjalankan kewajiban berpuasa secara sempurna.

 Pada hakekatnya puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus dari  subuh sampai maghrib, tetapi juga  menahan hawa nafsu yang mendorong pada perbuatan buruk, melatih kesabaran, berempati pada kaum marjinal,  berlaku jujur, tidak menyakiti orang lain, meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah dan amal shaleh lainnya.  Sebab bila seseorang berpuasa hanya  tidak makan dan minum tetapi tidak dapat  mengendalikan hawa nafsu, maka puasanya akan sia-sia. Sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah :  “Berapa banyak orang yang puasa, tapi tidak dapat apa-apa kecuali haus dan lapar.” (Hadits Riwayat Bukhari-Muslim).

Dengan demikian bulan  Ramadhan  dijadikan sebagai  momentum yang paling baik dan tepat untuk mendidik  diri,   menjadi lebih baik . Itulah sebabnya pada bulan ini kegiatan keagamaan tumbuh subur di segala penjuru, di berbagai lapisan masyarakat, baik secara individual maupun kelembagaan.

 Saat ini hampir  semua sekolah negeri dan swasta baik yang berlabel sekolah Islam maupun sekolah  umum menyelenggarakan pesantren kilat .  . Salah satu tujuannya adalah memberikan  anak didik pengetahuan keagamaan yang lebih mendalam , mengajak anak didik  untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi permasalahan zaman yang semakin kompleks, dan pada akhirnya semuanya ini dapat menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan melalui   pengamalan, pembiasaan ibadah.

Pertanyaannya kemudian pendidikan apa saja yang dapat kita terapkan  untuk meraih ketaqwaan?

 

Mendidik Kesabaran

Seorang yang berpuasa  dalam kondisi apapun, harus bisa  menahan dirinya untuk tidak  berbicara kotor, berbohong, memfitnah, menghina, marah dan perbuatan lainnya yang nista. Hal ini dilakukan agar puasanya tidak sia-sia Sebagaimana Sabda Rasulullah di atas.  Hal ini tentunya dapat memotivasi diri untuk senantiasa sabar agar mendapatkan keridloan Allah SWT.  Dan bila hal ini terus berlanjut  dilakukannya melalui proses pembiasaan, maka pada akhir ramadhan ia lahir sebagai manusia baru yang bersih.  

Mendidik Kedisiplinan.

Ibadah puasa Ramadhan juga erat kaitannya dengan kedisplinan. Ibadah dalam Islam banyak dikaitkan dengan waktu. Dari mulai shalat, haji, puasa semua diatur waktunya. Dan bila tidak mentaati waktu yang ditetapkan maka ibadahnya menjadi batal dan sia-sia. Dalam ibadah puasa telah di aturwaktunya, kapan kita berbuka dan kapan kita harus sahur. Diberikan reward juga terhadap orang-orang yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.  Dalam melaksanakan ibadah puasa, seseorang harus disiplin jam tidurnya agar ia dapat bangun pada saat sahur. Seorang yang berpuasa juga akan disiplin membersihkan mulutnya segera setelah selesai sahur, karena bila ditunda-tunda dan menyikat giginya pada saat puasa makajatuh pada derajat makruh. Keteraturan ini akan membentuk dirinya senantiasa menjadi manusia berdisiplin.

3. Mendidik Kejujuran

Seseorang berpuasa atau tidak hanya dirinya dan Allah saja  yang tahu. Dan di sini seorang yang berpuasa dituntut kejujurannya untuk tidak makan dan minum meskipun tidak ada seorang pun yang melihatnya. Hal ini tentunya menumbuhkan sikap jujur dalam dirinya. Seorang yang berpuasa akan menghidarkan diri dari perbuatan curang karena hal ini akan mengurangi nilai puasanya bahkan akan membatalkan secara maknawi. i

4. Mendidik Kepedulian terhadap Sesama

ibadah puasa juga akan memupuk sikap kepedulian terhadap sesama. Dengan puasa ia dapat merasakan bagaimana rasa lapar dan haus yang sering menimpa orang-orang yang miskin. Tentunya hal ini akan menimbulkan simpati dan empati pada orang-orang yang kurang mampu. Ditambah lagi dengan banyaknya  reward dari Allah yang akan diberikan pada orang-orang yang bershodaqoh dan memberikan ifthar makanan berbuka  pada orang yang berpuasa dengan reward yang berlipat ganda. Semuanya ini tentu akan menumbuhkembahkan sikap kepedulian dan berbagi pada sesama.

Dari uraian di atas sangat tepatlah bila bulan ramadhan dikatakan sebagai bulan pendidikan. Dengan demikian para pendidik hendaknya memanfaatkan momentum ini untuk mendidik siswa-siswinya melalui kegiatan pesantren kilat dengan metode yang tepat dan berkesinambungan. Bila proses pendidikan seperti ini diterapkan pada para pelajar yang bermasalah, Insyaallah kasus tawuran di masa mendatang akan berkurang secara signifikan.Amin.

4 23-May-2013 | Manfaat 'Teknologi Informasi' Dalam Pengelolaan SMK Yuppentek2
Oleh : nilam, sh

Komputer adalah alat pengumpul, pengolah data dan alat presentasmore.

5 24-Apr-2013 | Sekali lagi 'Negara Berdasar Hukum, Bukan Negara Berdasar Undang-undang'(1)
Oleh : nilam, sh

Judul ini sengaja penulis kemukakan, setelah melihat fenomena pemore.

6 02-Apr-2013 | Pendidikan Karakter, Foester dalam Dony Kleden
Oleh : nilam, sh

FW Foester(1869-1966) seorang pedagog Jerman dalam Dony Kleden, Opini, Kompas, Jakarta, 26 Mamore.


About Us  
1.

more.

2.

 

nilam,drs,sh

more.

3.

Riwayat sekolahmore.

Calender  
1.

 

1. Pendaftaran S...more.

2.

more.

3.

Analisis Kurikulum Implementatif

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekno...more.

 
   
All rights reserved | copyright 2009 | versi 2.0 powered by CnPluS