Logo Yuppentek2
Segenap Sivitas Akademika memastikan diri untuk persiapan : (1) Ujikom produktif( mulai 22 Januari s.d 24 Februari 2018): oleh sekolah(LSP1) meliputi : Teknik Pemesinan, TGM dan TGK; diuji oleh LSP-terkait bagi Prok: Teklis & Elin; RPL & TKJ; TKR & TSM. (2) Ujian Sekolah Berstandar Nasional(USBN semua mapel) secara on line: 19 s.d 24 Maret 2018); (3) UNBK secara on line B.Ind;B.Ingg;Matematika;T.Kej : 03 s.d 06 April 2018; (4) Pengumuman Kelulusan: 02 Mei 2018, ... bravo smk yuppentek2, insya Allah.
Our News
12-Jan-2018 |PROGRAM PENGEMBANGAN SMK YUPPENTEK-2 KAB.TANGERANG
SISTEMATIKA : 1. Data dan Kondisi SMK Yuppentek-2; 2. Tantangan SMK 3. Peta Jalan Revitalisasi; more.

07-Apr-2017 |UJI KOMPETENSI DAN LKS 2017
Menghadapi kegiatan-kegiatan asessment akhir pada tahun 2017 meliputi Uji Kompetensi(Ujikom), Ujian more.

25-Mar-2017 |Pembangunan Ruang Kelas Baru(RKB) 2016
MoU antara Kasubdit Kelembagaan dan Sarana dan Prasarana Ditpsmk dan Kepala SMK Yuppentek2 Curug; Ka more.

05-Apr-2017 |Peringatan Hari-hari Bersejarah Nasional Diadakan Diskusi
Dalam melaksanakan misi SMK Yuppentek2 yakni : Menyelenggarakan pendidikan unggulan dan pelatihan un more.

20-May-2016 |Mutu Pendidikan Ditentukan Oleh Proses Pembelajaran
Banyak metoda pembelajaran yang ditawarkan dari riset-riset akademik keguruan. Hasil-hasil riset aka more.

 
Our News | Article

1 30-Jan-2015 | SENI HANYALAH SENI (Pengantar Mapel Seni Budaya)
Oleh : Luqman Trip Umiuki

Iftitah

“Hidup ini indah,” ujar seorang ayah kepada anaknya di celah kicau burung yang merdu menyambut pagi. “Kau dilahirkan sefajar ini,” lanjutnya menerawang langit jingga. Setelah menyeruput teh hangat, si ayah mengisahkan betapa merdunya azan yang dilafazkan di telinga kanan anaknya beberapa saat setelah dilahirkan ibunya.

Ya, indahnya azan itu adalah musik. Sejak lahir kita memang sudah akrab dengan musik. Hingga kini dari bangun sampai berangkat tidur tidak ada menit yang berlalu tanpa musik via radio, televisi, ponsel, dan beragam media lainnya. Sungguh, musik (boleh dibaca: seni) sulit dilucuti dari kehidupan manusia. Begitu setia mendampingi kesehariannya. Disadari atau tidak disadari.

Seni?

Ya, seni (art: Inggris atau ars: Latin); sesuatu yang indah; yang menyenangkan. Menurut Ki Hadjar Dewantara, seni memang berkait dengan kesanggupan akal dalam menciptakan sesuatu yang berkualitas; yang  menggetarkan rasa senang atas penikmatnya.

Seni itu diyakini setua kehidupan ini. Sejarah mengungkapkan antara lain dengan bukti berupa artifak seni rupa manusia kuno. Dari jaman Paleolithikum ditemukan peralatan dari batu, lukisan di gua, peralatan berupa gerabah, alat tenun, hiasan dari kerang, altar, dan banyak lagi. Ragam bukti-bukti ini kian banyak dan tinggi kualitasnya hingga kita mengenali wayang, batik, tari, dan beragam peninggalan peradaban Nusantara yang sempat mencengang dunia.

 

 

Seni dan Budaya

Merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian kebudayaan mencakup hasil kegiatan dan penciptaan akal budi manusia serta keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial. Hal ini oleh budayawan Koentjoroningrat diurai hingga mengacu ke dalam tiga sistem yang meliputi sistem sosial, teknologi, dan adat-istiadat. Jelaslah bahwa kebudayaan mencakup kesenian yang mencakup beragam ekspresi seni. Kesenian bagian dari kebudayaan.

 

 

Seni untuk Seni

 Gerakan 'seni untuk seni (the art for the art atau art for art) mengalir dari Eropa sejak awal abad ke-19. Tercanang bahwa keindahan sebagai produk seni adalah hal yang mutlak. Nilai-nilai seperti kesahihan dan kebenaran nomor sekian. Dengan kata lain, seni punya kesahihan dan kebenarannya sendiri. Atas nama keindahan, moralitas dan sebagainya tidak penting. Seni tidak bergantung kepada yang di luar seni. Seni bukan cara, melainkan tujuan.

Inilah pasalnya mengapa banyak pelaku dan penikmat seni yang menerima foto dan lukisan telanjang adalah karya seni. Film-film yang cenderung mengeksplorasi pornografi dan pornoaksi adalah karya seni. Tatto yang dibuat orang dengan merajah badan adalah karya seni. Begitulah, dan masih banyak lagi contoh lain yang membuat guru seni budaya terbata-bata menjawab pertanyaan muridnya ihwal sebuah karya—yang menganut faham seni untuk seni—termasuk karya seni atau tidak.

 

Apatah “seni untuk seni” itu semata pengaruh budaya Barat?

 

Harus jujur kita akui bahwa sebelum budaya Barat berpengaruh atas dunia seni di Timur, dunia seni kita sudah punya tayub dengan ronggengnya (misalnya). Ronggeng atau ledhek atau beberapa istilah lainnya pun piawai menari erotis. Sangat fenomenal walau tidak seheboh penyanyi dangdut koplo atau penari striptease. Dalam hal ini sahihlah dikatakan bahwa tidak semua sisi negatif seni dan budaya berasal dari Barat.

 

Seni Fungsionalisme

 Selain faham seni untuk seni, populer juga seni untuk sesuatu (the art for the others) atau seni fungsionalisme yang notabene sudah dikenal sejak jaman Yunani kuno. Dalam hal ini, seni sekadar alat. Bukan tujuan. Karena itu kita kenal ada istilah : Seni Berpidato, Seni merangkai bunga, Seni memimpin, Seni Mengelola/manajemen, Seni membuat jaringan kabel listrik dan masih banyak lagi seni-seni fungsionalisme lainnya. Seni sebagai ekspresi keindahan dalam memaknai alam sehingga menyentuh hati manusia, menyentuh fitrah dan taqwanya, dll.

 

 

Gong

Dalam berkarya, seni apa pun yang ada di sekeliling kita dapat menjadi sumber ide. Ide ini kita olah dan kita garap hingga menjadi karya yang mempunyai nilai seni. Sebagai contoh, saya kisahkan pengalaman batin saya yang menjadi ide sebuah karya.

Siapa pun tahu bahwa siapa pun yang sudah berada di Masjid Nabawi, Madinah, tentu mendambakan dapat sujud dan berdoa di Raudhah. Pada Maret 2014 di Raudhah yang luasnya konon hanya sekitar 12 x 12 m, saya hampir tidak berani berharap dapat giliran di tengah ratusan jamaah yang berdesakan. Namun, setelah sekitar setengah jam berdiri, tiba-tiba, saya seperti tersedot arus. Pasrahlah saya terbawa arus yang ternyata justru membawa ke karpet hijau Raudhah. O lala... saya menangis habis. Sehari kemudian lebih mujur. Malam rasanya baru bergulir, mengambil posisi dari bagian belakang, baru beberapa menit antre sudah berhasil berdiri di syaf paling belakang. Mabuk saya dalam sujud yang luar biasa indahnya. Entah berapa lama hingga akhirnya sadar banyak saudara yang lain yang juga ingin sujud di karpet hijau Raudhah:

 

 

Doa Pengembara di Taman Surga

duh gusti,

kaujewer telingaku menggigil aku dalam demam rindu hingga luruh di sini di karpet hijau di bawah kubah hijau di antara makam dan mimbar kekasih terkasih di antara ribuan hambamu berdesakan dalam keheningan

keheningan yang menghadirkan kekhusyukan

kekhusyukan yang menghadirkan ketenangan, tenteram dan damai di taman surgamu

 

duh gusti,

meruah nikmat yang kaukaruniakan tak sebalas 99 sujudku hatta 99 kali 99 asmamu kurintihkan tetap hanyalah sepermil jagadraya, desah syukurku mengalir bersama airmataku menganak sungai mengaluri menara nabawi memanjat langit menggapai arasy, menghiba, melolongkan tanya bagaimana harus menghatur syukur...

ampun gusti, perkenankan aku merajuk

bila ini hanya mimpi

 

yang mahaagung

yang mahamulia

yang mahakuasa

yang mahadigdaya

yang mahaluas rahmat dan ampunannya jagadpuji bagimu atas semua nikmat yang engkau anugerahkan kesempatan yang engkau lapangkan hingga berada di sini

menggapai ridhamu

mengagungkan kemuliaan nabimu

 

duh gusti, selamatkan negeri kami tanah tumpah darah yang pernah dipetakan sebagai jamrud di khatulistiwa lantaran gemah ripah loh jinawi, sahihlah bahwa subur kang sarwa tinandur tetapi masih saja mengimpor beras dan memiskinkan petaninya manalah bisa murah kang sarwa tinuku apalagi mengaku tata tentrem kerta raharja, tahun demi tahun kian maju dan kian maju ke belakang

selamatkan kami dari kebatilan dan kezaliman yang cenderung menjadi tuan di atas keadilan dan kebenaran

ampun gusti,

lindungi kami dari orang-orang yang munafik dari orang-orang yang fasik, kepadamu kembali segala urusan

lindungi kami dari kesia-siaan dan kekejian

jauhkan kami dari perbuatan maksiat

indahkan diri kami dengan hidup yang selalu merindu kebahagiaan saling menolong dan gotongroyong

 

duh gusti,

beri aku kesempatan

berbekal pulang

jangan biarkan dunia ini menipu

limpahi nikmat khusyuknya sujud

limpahi nikmat sahajanya wujud

hidup penuh manfaat

bagi umat

 

duh gusti,

selamatkan kami

 

madinah, 10-12 maret 2014

 

Tangerang, Januari 2015

 

2 22-Jan-2015 | Dirgahayu YUPPENTEK-ku
Oleh : Luqman Trip umiuki

Selamat pagi, Indonesia, seekor burung mungil mengangguk
dan menyanyi kecil bumore.

3 22-Jul-2013 | Ramadhan dan Permasalahan Pelajar
Oleh : Iyoh Masruroh