Penggunaan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi)Pada Model Pembelajaran Problem Based LearningTerkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Rendahnya Motivasi dan Minat Belajar Peserta Didik pada Materi Teks Hikayat

cover-bu-riatun

Pendidikan adalah landasan penting dalam perkembangan peserta didik, sebagai seorang pendidik tugas kita adalah memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan pengalaman pembelajaran yang bermakna. Saya akan berbagi cerita praktik baik yang telah saya terapkan dalam mengatasi masalah rendahnya motivasi dan minat belajar peserta didik terkait materi membandingkan unsur intrinsik dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks hikayat.

Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Namun salah satu tantangan utama yang sering dihadapi oleh pendidik adalah bagaimana mengatasi rendahnya motivasi dan minat belajar peserta didik terutama dalam materi yang dianggap sulit atau kurang menarik. Teks hikayat dengan latar belakang sejarahnya yang kaya akan budaya seringkali menjadi salah satu materi yang dianggap sulit dan hanya bersifat teoritis oleh peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan ini, model pembelajaran Problem Based Learing (PBL) dengan metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, dan Refleksi) bisa menjadi solusi yang efektif. Berikut ini adalah ulasan bagaimana penerapan metode STAR dalam model pembelajaran PBL dapat membantu mengatasi masalah rendahnya motivasi dan minat belajar peserta didik pada materi membandingkan unsur intrinsik dan nilai-nilai yang terkandung dalam teks hikayat.

Masalah rendahnya motivasi dan minat belajar peserta didik pada materi teks hikayat merupakan masalah nyata yang dapat terjadi dalam proses pembelajaran. Peserta didik menunjukan keaktifan belajar yang rendah saat pendidik mengajarkan materi hikayat. Mereka cenderung pasif, kurang berpartisipasi dalam diskusi, dan sulit untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang melibatkan analisis teks hikayat. Akibatnya, peserta didik mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami unsur intrinsik teks hikayat, seperti karakter, konflik, dan tema yang merupakan bagian integral dari pemahaman sastra. Beberapa peserta didik mungkin merasa bahwa kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dalam mengajar materi hikayat tidak menarik. Pengajaran yang terlalu serius dan monoton seperti ceramah tanpa melibatkan peserta didik dapat membuat mereka merasa bosan dan tidak termotivasi.

Hikayat seringkali menggunakan bahasa yang kuno atau istilah yang mungkin sulit dipahami oleh peserta didik. Ini merupakan hambatan nyata yang dialami oleh mereka dalam memahami teks hikayat. Selain itu, cerita dalam hikayat kadang-kadang memiliki latar belakang budaya atau sejarah yang jauh dari pengalaman peserta didik sehingga mereka kesulitan untuk dapat merelevansikan dalam kehidupan nyata. Kemungkinan yang terjadi bisa saja peserta didik tidak mendapatkan dukungan dari keluarga atau lingkungan mereka untuk memahami atau menghargai teks hikayat. Hal ini juga yang menjadi faktor utama yang mempengaruhi motivasi peserta didik karena mereka merasa materi ini tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Keterbatasan sumber daya atau penggunaan teknologi dalam pembelajaran hikayat juga dapat menjadi penghambat. Ketika pendekatan pembelajaran yang inovatif tidak digunakan maka peserta didik mungkin kehilangan daya tarik dan minat untuk terlibat dalam proses pembelajaran dari awal hingga akhir. Pemahaman teks tidak hanya terfokus pada kemampuan membaca peserta didik tetapi juga pada kemampuan dalam memahami isi teks tersebut. Penggunaan media audio visual yang di tayangkan melalui video akan mampu menstimulus peserta didik dalam kemampuan awal menganalisis unsur intrinsik dan nilai-nilai kehidupan dalam teks hikayat. Keadaan peserta didik yang menganggap bahwa materi ini tidak ada relevansinya dengan kehidupan nyata, maka mereka akan mengalami kesulitan dalam menghubungkan pengalaman dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, akhirnya semua itu berdampak pada berkurangnya motivasi peserta didik untuk memahami teks hikayat.

Untuk mengatasi masalah rendahnya motivasi dan minat belajar peserta didik pada materi teks hikayat, diperlukan pendekatan yang kreatif, interaktif, dan relevan. Menggunakan metode STAR dalam model pembelajaran PBL merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Hal ini akan melibatkan peserta didik secara aktif, membantu mereka mengaitkan teks dengan kehidupan nyata mereka, dan merangsang minat belajar yang lebih besar dalam sastra Indonesia.

Dalam konteks PBL, penggunaan metode STAR dapat memberikan struktur yang membantu peserta didik dalam merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi upaya mereka dalam mengatasi masalah motivasi dalam pembelajaran teks hikayat. Peserta didik dapat mengevaluasi keberhasilan dari langkah-langkah yang mereka ambil, mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan di masa yang akan datang. Peserta didik mungkin akan mengalami peningkatan minat, pemahaman yang lebih baik, atau peningkatan keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran (student centered).